Konon otak bayi hingga umur 3 tahun seperti spons. Mereka akan menyerap apa saja begitu cepat..
Salma suka sekali acara kartun di televisi. Dia betah berlama-lama melihat kartun clubhouse Mickey Mouse, atau Dibbo the Gift dragon. Sesekali tertawa terkekeh-kekeh melihat aksi Pocoyo, Pato dan Elli.
Sekarang Awis mulai tergoda untuk menikmati kartun-kartun itu bersama kakaknya. Kadang mereka duduk berduaan bersebelahan di atas kasur sambil konsentrasi melihat televisi. Seringkali bergoyang bersama saat lagu jenaka di penutupan acara Clubhouse Mickey Mouse diputar.
Konon, acara televisi tidak baik untuk pendidikan dini balita. Banyak, program televisi dan siaran iklan menyampaikan pesan yang berbeda-beda dan mengajarkan hal yang lain pula.
Tidak sedikit adegan kekerasan muncul di layar televisi, mulai dari pertengkaran mulut sampai perkelahian dan pembunuhan. Berita, film, sinetron, bahkan siaran-siaran untuk anak-anak pun sekarang banyak yang menampilkan adegan kekerasan.
Kita memang tidak bisa melarang adanya siaran-siaran seperti itu tetapi tentu saja kita bisa menghindarinya. Tetapi jika mereka tak sengaja menonton acara seperti itu, hal yang paling pertama yang perlu dilakukan adalah menjelaskan pada mereka keadaan yang sebenarnya dan bahwa film atau sinetron yang mereka lihat hanyalah adegan tak sesungguhnya.
Terkadang memang sulit tetapi penting untuk tidak berbohong pada anak-anak. Penjelasan tidak harus menyeluruh dan mendetil tetapi bisa saja secara gambaran umum berikut pesan moralnya, dilakukan dengan kata-kata sederhana sesuai usia mereka. Walau kita menganggap mereka tak akan mengerti yang semestinya tetapi bukan berarti mereka ‘berhak’ dibohongi.
Saya beruntung mempunyai kesempatan untuk mengawasi langsung kegiatan anak-anak saya. Apa yang sedang mereka lihat, apa yang mereka pelajari, apa yang mereka sukai. Syukurlah, acara-acara kartun yang mereka lihat banyak yang memberi pengaruh positif pada Salma dan Awis. Terutama keterampilan berbahasa.
Setiap anak adalah kebanggaan orang tua, walau mungkin anak-anak kami tidak luar biasa jenius atau lebih pandai dari mereka yang sebaya dengannya tetapi setiap kemajuan apapun (sesederhana apapun) selalu menimbulkan gemuruh bangga di dada kami.
Salma jika sedang keras kepala selalu berkata, ‘No way, Mam’ kalau disodori sepiring nasi tetapi kalau ia sedang lembut, ia akan berkata lebih sopan, ‘No, Mam, teng’ -maksudnya thanks. Sementara Awis yang selalu mengikuti kakaknya akan bilang, ‘No no no‘, sambil menggelengkan kepalanya yang bulat

Kali lain kami dibuat tercengang saat Salma tiba-tiba berkata, ‘Look, Pa!‘ sambil menunjukkan gambarnya: Gambar matahari. Dan Awis sambil mengangkat kertas juga memperlihatkan corat-coretnya pada papanya, ‘Kukkukkuk’! katanya.
Saat kami mengunjungi Museum Kolam Air Tawar di Taman Mini Indonesia Indah, kami berharap Salma akan suka melihat-ikan-ikan yang berenang di akuarium besar. Sayangnya harapan kami tidak terwujud. ‘No no, aku scali (maksudnya scary)’ saat kami memasuki gerbang air yang penuh dengan ikan-ikan besar di atas kepala kami.
Suasana yang agak gelap dan berbagai ikan raksasa yang berenang di kiri kanan kami mungkin yang membuatnya takut. Tetapi saat kami mendatangi museum Iptek dengan berbagai alat peraga yang banyak diantara berwarna-warni dan sangat menarik, Salma berkata, ‘Cool’, sambil berlari-lari dari satu alat ke alat lain.
Awis, yang selalu mengikuti apa yang dilakukan kakaknya, ikut berlari sambil berteriak dan menunjuk-nunjuk, ‘Tcuh .. kukuk!’
Televisi memang akan memberikan pengaruh yang nyata pada anak. Tetapi pengaruh utama datang dari orang-orang yang paling dekat dengan mereka. Perilaku dan sikap orang tuanyalah yang akan tertanam di benak mereka hingga mereka dewasa.
Tak kita sadari memang jika kita, para orang tua, yang sebenarnya mewariskan sifat-sifat dasar pada anak-anak dari tata cara kita berlaku. Semoga yang baik yang dicontoh
6 Agustus 2009 at 15:23
ke kekekekeke.. keren..
[Reply]
6 Agustus 2009 at 18:38
Yupz..andai setiap orang tua lebih selektif terhadap acara yang di tonton anaknya…..
[Reply]
9 Agustus 2009 at 17:19
kita tak bisa menjauhkan anak2 dari yg namanya televisi lg
[Reply]
11 Agustus 2009 at 10:30
Kalau acara televisi yang agak agak berat harus didampingi ya ketika nonton
[Reply]
11 Agustus 2009 at 14:24
wah keren ya, mbak!
tapi tugas kitalah yang harus mewanti2 tontonan televisi, acara2nya…
Wah kayaknya anak2mu bisa mnejadi Cinta Laura deh….wkwkwk….wkwkwkwk
[Reply]
11 Agustus 2009 at 15:05
ya sewaktu kecil harus dibina
[Reply]
11 Agustus 2009 at 16:13
yak betul sebagai orang tua memang harus lebih selektif dalam memilih acara yang akan di tonton anak2
[Reply]
11 Agustus 2009 at 17:55
wah hebat ya anaknya…
[Reply]
12 Agustus 2009 at 12:49
hehehe..pas banget infonya mbak…
Thanks..
[Reply]
13 Agustus 2009 at 04:05
filter yg peling ampuh menangkal pengaruh2 negatif acara tv emang keterlibatan orang tua sih..
btw si salma dah bia bilang cool yah hehehe.. cool juga deh
[Reply]
13 Agustus 2009 at 10:13
salud…mmg acara televisi ga bs lg dihindarkan dr anak2 tp kita bs mengantisipasinya dg memberikan kaset2 lagu anak atau kartun2 yg sesuai dg usia mrk. Bila menonton acara siaran televisi mmg pendampingan dr ortu sgt diperlukan.
salam
[Reply]
13 Agustus 2009 at 12:30
Salma emang cool… Awis aku gak begitu jelas nih lihatnya. klo Salma, selain ngelihat dari baru lahir, aku juga punya koleksi foto dan videonya, krn dulu sering dibawain Wicak
Mudah2an mereka selalu menyerap yang baik-baik yaa…
[Reply]
14 Agustus 2009 at 16:11
ya, sekarang harus selektif dengan tayangan TV
[Reply]
15 Agustus 2009 at 11:58
proteksi yg tbaik adalah mbrkn didikan iman, dan agama,…
lamnal..
[Reply]
17 Agustus 2009 at 23:24
cool
mungkin anak jaman sekarang banyak yg kurang ajar, karena kurangnya didikan dan perhatian dari org tua kali ya?
[Reply]
20 Agustus 2009 at 13:46
ga heran donk kan mama papanya keren
duhh iri mode ON ga bisa ngawasin enrico sepanjang waktu
[Reply]
20 Agustus 2009 at 15:02
salut ya buat mama Salma dan Awis..
[Reply]