Feed on
Posts
Comments

Bertahan di Blog Bertema

Nah loh saya mau nulis soal kiat-kiat soal ngeblog :lol: Haha. Gapapa deh pe de biar nambah satu artikel tentang ngeblog.

Walau saya bukan blogger yang terkenal di komunitas atau seantero per-blogger-an Indonesia, saya sudah ngeblog cukup lama nyaris 10 tahun sejak tahun 2003.

Lamanya waktu, yang pasti tidak menjamin pengalaman saya atau kemampuan saya menulis blog lebih bagus daripada teman-teman lain. Justru saya merasa lamban bergerak dan belajar sehingga tertinggal cukup jauh dari teman-teman lain.

Tapi yaah pe de laaah berbagi pengalaman tidak harus jadi pakar dulu kan ya?

Blog Bertema

Blog bertema kadang disebut blog niche yaitu blog dengan topik tertentu. Walau mungkin pengertian blog niche sendiri ngga sesederhana itu.

Saya membuat blog bertema pertama bersama suami pada tahun 2003. Blog bertema puisi Manterakata.blogspot.com.

Blog itu bertahan dengan update puisinya hingga tahun 2007. Sekarang sih suami yang masih sesekali menulis satu dua puisi dalam setahun. Waduh bayangkan beberapa tahun lalu sewaktu masih sangat muda, membuat beberapa puisi bisa dilakukan dalam satu hari hehe. Blog ini menerbitkan satu buah buku puisi berjudul Manterakata.

Blog puisi sudah banyak? Ya tentu saja tapi apakah banyak yang bertahan selama 10 tahun? *kok sombong padahal sekarang jarang di update*

Tapi blog yang membuat saya menjadi blogger seperti saat ini adalah blog bertema saya yang lain. Inilah kolaborasi kerja sama saya dan suami dalam hal ngeblog yang paling berkembang.

Perkembangan blog ini terlihat pada tuturan cerita, resep dan foto. Perjalanannya cukup panjang dan berpindah-pindah sebelum menetap di dot com.

masukdapurlogo2Masukdapur.com adalah blog seputar cerita dapur, resep masakan rumahan, dan jelajah kuliner. Perkembangan blog ini tidak pernah saya duga sewaktu saya pertama kali membuatnya pada tahun 2005.

Masukdapur aktif di Blogdetik sejak tahun 2008 sampai setelah dibuat Masukdapur.com. Saat ini, walau masih terupdate,Masukdapur.blogdetik.com kalah pamor dengan beberapa blog terkenal Blogdetik ;)

Apa Rahasianya?

Nah itu ngga ada rahasia dalam ngeblog kecuali konsisten dan tidak bosan dan terus menulis.

Saya cukup percaya pada proses. Walau saya merasa berjalan cukup lambat dalam hal per-ngeblog-an ini tapi saya tahu proseslah yang membuat saya belajar dan menjadi tambah pintar. Tambah pintar dari sebelumnya tentu saja.

Minat dan bakat. Ingin membuat blog bertema maka pikirkan minat kita atau hal-hal yang kita tahu kita cukup menguasainya atau paling tidak serius mempelajarinya. Hal-hal akan lebih mudah dikerjakan jika kita suka. Minat jadi modal utama yang membuat kita bisa bertahan di blog bertema.

Ceritakanlah. Sesederhana apapun cerita itu, ceritakanlah. Ngeblog tidak mewajibkan kita untuk menulis rangkaian cerita panjang yang selalu berisi data atau pengalaman berharga yang inspiratif. Ceritakanlah, kita tidak pernah tahu mungkin saja cerita sederhana kita ternyata bermanfaat untuk orang lain.

Bosan. Bosan dengan tema yang ditulis? Langkah yang saya lakukan adalah hiatus dulu untuk beberapa waktu (setahun dua tahun?) … hei ngga salah kok dengan hiatus. Serius deh. Tapi tentu saja ada konsekuensinya. Bisa jadi kita tertinggal cukup jauh dari pelajaran yang seharusnya bisa kita pelajari kemarin atau setahun yang lalu.

Kalau sudah tidak bosan kembali lagi.Tapi kalau sudah benar-benar tak suka berarti harus dipikirkan lagi apakah tema di blog niche kita benar-benar sesuai minat dan bakat kita? *seperti saya menulis puisi* :oops:

Tujuan. Apa kita tahu tujuan kita menulis blog? Pastikan kita tahu karena hal itu akan membantu kita memotivasi diri kita. Tujuan seperti ingin membuat tulisan yang berguna dan bermanfaat untuk orang lain -walau (tentu saja) bagus- bisa membebani kita. “Apakah ide saya cukup bermanfaat?”, “Apakah tulisan ini berguna buat orang lain?” membuat kita jadi lebih banyak memikirkannya daripada langsung menulisnya. Atau lebih sering jadi urung menulis.

Tentukan tujuan yang lebih pribadi yang membuat perasaan lebih nyaman. Dan lagi-lagi kita tidak pernah tahu kapan tulisan kita menginpirasi seseorang.

Konsisten. Nah ini yang paling susah walau ngga susah-susah amat sih. Untuk menulis di blog bertema tetaplah menulis hal-hal yang sesuai tema blog tersebut.

Ingin menulis tulisan lain? Yaah kan bisa bikin blog baru dengan tema catatan pribadi misalnya seperti blog CatatanHes saya yang ini.

Oke. Semoga blog bertemanya bertahan yaa. Kita tidak tahu loh keuntungan apa yang mungkin akan kita dapatkan dengan mempertahankan blog bertema kita. Siapa tahu sebuah jalan untuk meraih mimpi kita.

Cheers.

Belajar Membaca Sambil Bermain

Ilustrasi (educasitios.educ.ar)

Sekarang banyak sekolah dasar yang mewajibkan murid-murid yang mendaftar di kelas satu sudah bisa membaca. Hal inilah yang menjadikan sekolah tingkat taman kanak-anak menjadikan pelajaran membaca dan berhitung menjadi prioritas.

Di sekolah anak-anak saya tidak ada tuntutan semacam itu. Untuk masuk sekolah yang diseleksi adalah kematangan usia dan apakah orang tuanya memiliki visi yang sesuai dengan visi sekolah yaitu mempercayai anak-anak belajar secara alami sesuai perkembangan usia dan minatnya.

Sering kita para ibu juga khawatir, Anak saya belum bisa baca padahal sudah umur 4 tahun sementara anak tetangga sebelah sudah bisa baca pada umur 3 tahun! Tapi jangan kwatir aah. Hal itu bukan berarti anak kita terlambat atau kurang pintar.

Hanya saja tiap orang tua berbeda visinya dan tiap anak juga berbeda motivasi dan minatnya. Yang penting sih jangan ambil waktu bermain dari mereka bahkan saat kita ingin mereka belajar tentang sesuatu.

Beberapa minggu lalu saya mengikuti semacam pelatihan yang diadakan oleh sekolah. Pelatihan untuk mengajarkan anak membaca sambil bermain. Tujuan saya sebenarnya bukanlah supaya anak saya bisa membaca sedini mungkin tetapi saya ingin tahu apakah ilmu ini bisa diterapkan disemua kompetensi yang ada.

Pelatihan ini diharapkan dapat mengakomodasi gaya belajar tiap anak yang memang berbeda-beda. Sebenarnya ilmu ini sudah diterapkan di sekolah anak saya.

Waah sebenarnya sih saya bukan ahlinya. Pasti banyak informasi soal ini di buku dan mungkin artikel-artikel di internet atau seminar-seminar tentang anak dari para psikolog anak yang memang ahlinya. Sekedar sharing. Mohon maaf kalau ada kekeliruan ;)

Disebutkan ada beberapa strategi yang dapat menstimulasi anak membaca agar efektif, menyenangkan dan sesuai dengan anak-anak, yaitu:

  • Kenali gaya belajar anak apakah itu visual, auditori dan kinestetik
  • Ciptakan kondisi yang menyenangkan dan sesuai tahapannya
  • Gunakan lagu, cerita, syair atau puisi sebagai tahap awal atau mengenal bunyi setiap huruf
  • Buatlah lingkungan keaksaraan
  • Libatkan anak sepenuhnya jangan hanya menjadi pendengar dan penghafal
  • Lakukan permainan-permainan sederhana sehingga memudahkan penyampaian

Selain itu disebutkan juga ada faktor-faktor yang memberikan kontribusi bagi keberhasilan belajar membaca. Beberapa diantaranya adalah kematangan mental, sosial dan emosional; kemampuan visual dan mendengar; perkembangan wicara dan bahasa; perkembangan motoriknya, jangan lupa juga adanya motivasi dan minat.

Lingkungan Keaksaraan

Jika kita ingin anak kita belajar membaca mungkin salah satu langkah yang bisa kita ambil adalah menciptakan lingkungan keaksaraan yaitu memberikan label yang ditulisi nama benda lalu ditempelkan pada benda tersebut. Misalnya menulis kata KURSI pada label lalu ditempel di kursi.

Doc Pribadi

Berikan label pada benda-benda di area bermain si kecil. Usahakan benda-benda itu sudah dikenal si kecil dan katanya tidak terlalu sulit. Bisa saja, KURSI, MEJA, FOTO, PINTU, dll.

Beberapa hari yang lalu saya baru menerapkan langkah ini. Saya menulis kata-kata di label lalu meminta anak bungsu saya menempelkan label tersebut sesuai dengan kata yang tertulis. Tentu saja saya memberi tahunya apa kata yang tertulis di label tersebut.

Si bungsu dengan semangat menempel label-label itu di beberapa furniture di rumah. Sejak saat itu, saya sesekali akan meminta si bungsu mendatangi kata MEJA di meja lalu menyebutkan huruf-huruf yang tertera.

Untungnya dia senang dengan permainan itu. Walau masih sering diingatkan yang penting dia semangat dan tidak merasa terpaksa :D

Di sekolahnya, ia tidak secara langsung diajarkan membaca. Jika biasanya guru menunjukkan deretan huruf yang tertulis di papan tulis dan bagaimana pengucapannya, di sekolah anak saya anak-anak diperkenalkan huruf sambil bermain atau sambil diterapkan dalam pengetahuan yang lain.

Misalnya bu guru akan menunjukkan kalender, “Sekarang hari apaa yaa? Harii .. senin. Senin apa saja hurufnya yaaa?” Secara tidak langsung mereka juga belajar tentang hari.

Di sekolah juga diciptakan lingkungan keaksaraan. Di pintu kelas tertulis PINTU, di lantai kelas tertulis LANTAI, di dinding trtulis DINDING, di meja tertulis MEJA, dan lain-lain.

Permainan

Belajar membaca sambil bermain juga ditemui dalam beberapa permainan kejar-kejaran atau lompat-lompat. Dalam permainan kejar-kejaran biasanya semua anak akan ditempekan kertas bertulis salah satu abjad di dadanya.

Bu/pak guru akan memberi intruksi sederhana, “Sekarang ayuk kita mengejar teman yang didadanya ada huruf R” misalnya. Anak-anak yang sudah tahu tentu saja akan langsung mengejar anak yang ditempeli huruf R. Hal ini juga akan menunjukkan kepada anak yang belum tahu bagaimana itu huruf R.

Begitu juga saat bermin lompat-lompat. Anak-anak akan diminta untuk melompat ke kertas-kertas yang sudah bertuliskan huruf atau kata dan diminta menyebutkan. Jika tidak bisa tentu saja gurunya akan memberi tahu.

Salah satu kunci mengajarkan anak-anak membaca adalah perkenalkan terlebih dahulu kata-kata sederhana yang memiliki arti dan yang pasti kata-kata yang mereka kenal.

Permainan-permainan seperti itu sudah pasti dapat diterapkan juga di rumah. Saya sendiri rencananya akan menerapkan juga untuk menemani anak-anak saya belajar, bukan hanya membaca tetapi kompetensi yang lain seperti berhitung dan hafalan.

Nah, kunci yang utama sih memang kesabaran dan komitmen orang tuanya menemani anak-anak di rumah belajar dengan cara yang menyenangkan.Semoga saya bisa melakukannya. Amin :)

Narasumber: Bpk Saiyadi

Older Posts »